Berita Pemerintah
Muara Sabak – Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 17 Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (11/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Tanjabtim tersebut ditandai dengan penyematan pin secara simbolis kepada perwakilan siswa baru jenjang SMP dan SMA SNT 17.
Turut hadir Wakil Bupati Tanjabtim H. Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Ketua DPRD Tanjabtim Hj. Zilawati, Kepala Dinas Pendidikan Syafaruddin, Kepala BPMP Provinsi Jambi Juwita Iranita Lumban Gaol, Kepala Sekolah SNT 17 Catur Nurochman Oktavian, jajaran dewan guru, unsur Forkopimda, serta kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjabtim.

Sebanyak 80 siswa baru resmi mengikuti rangkaian MPLS SNT 17. Dalam sambutannya, Bupati Dillah menyampaikan kebanggaannya atas hadirnya SNT 17 di Kabupaten Tanjabtim yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Tanjabtim harus bangga. Dengan berdirinya SNT 17 secara resmi, artinya hari ini kita telah mempersiapkan Generasi Indonesia Emas Tahun 2045. Anak-anakku sekalian, junjung tinggi kedisiplinan. Kalian adalah generasi yang beruntung, hadir di sekolah berstandar nasional dengan sarana dan prasarana yang terjamin kualitasnya,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Jambi Juwita Iranita Lumban Gaol menjelaskan bahwa SNT 17 merupakan sekolah gratis berbasis keragaman prestasi yang tidak membedakan latar belakang peserta didik.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi siswa, mulai dari bus antar-jemput, makan siang, hingga seragam lengkap.
“Ini adalah wujud nyata keberpihakan negara agar anak-anak di daerah Tanjabtim dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim, Syafaruddin, menegaskan bahwa kehadiran SNT 17 bukan sekadar pembukaan sekolah baru, tetapi merupakan kepercayaan sekaligus amanah besar dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Tanjabtim.

Dijelaskannya, dari lebih dari 400 kabupaten dan kota di Indonesia, hanya 17 daerah yang terpilih untuk menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, dan Kabupaten Tanjabtim menjadi salah satunya.
“Ini bukan kebetulan semata. Ini merupakan pengakuan atas kesiapan daerah, kualitas pengelolaan pendidikan, serta jejak prestasi yang terus kita bangun bersama,” ungkap Syafaruddin.
Menurutnya, terpilihnya Tanjabtim tidak terlepas dari berbagai capaian pendidikan di tingkat nasional. Di antaranya prestasi Dr. Abdullah yang meraih Juara I Nasional Kepala Sekolah Dedikatif pada peringatan HUT PGRI ke-80, serta peran Dr. Sutrimo sebagai mentor yang turut mengantarkan Tanjabtim meraih Anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar PGRI.
Syafaruddin menambahkan, proses penetapan daerah penyelenggara SNT 17 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian kesiapan sarana dan prasarana, kompetensi pendidik, hingga rekam jejak prestasi pendidikan daerah.
“Artinya, kehadiran SNT 17 di sini adalah bukti bahwa Tanjabtim telah dinyatakan layak dan mampu menyelenggarakan pendidikan berstandar nasional yang merata, berkeadilan, dan bermartabat,” jelasnya.
Ia juga memastikan proses penerimaan siswa baru dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel berdasarkan kemampuan serta potensi prestasi, tanpa membedakan latar belakang peserta didik.
“Kita harus menjaga kepercayaan ini. SNT 17 bukan milik sekelompok orang, melainkan milik seluruh rakyat Tanjabtim. Mari kita pastikan putra-putri yang terpilih di sini dibimbing menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa nama Tanjabtim semakin harum di masa depan,” pungkasnya.













Rangkaian pembukaan MPLS turut dimeriahkan dengan penampilan pidato berbahasa Inggris, seni tarik suara, serta atraksi pencak silat dari para siswa baru. Penampilan tersebut menjadi bagian dari pengenalan sekaligus mencerminkan karakter, kreativitas, dan potensi unggul yang diharapkan terus berkembang melalui pendidikan di SNT 17.