Babat Sawit, Sejumlah Petani Tanami Kopi
Jumat, 14 September 2018 | 09:37:57 WIB | Kategori: Berita Daerah | Dibaca: 23 Kali


Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto melihat biji kopi di kebun warga Desa Sungai Beras

MUARASABAK – Minat perkebunan kopi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai menggeliat. Sejumlah petani sawit Desa Sungai Beras Kecamatan Mendahara Ulu misalnya, telah menebang pohon kelapa sawitnya untuk beralih menanam kopi. Padahal sebelumnya perkebunan sawit merupakan salah satu andalan bagi perekonomiam warga setempat.

Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, beberapa waktu lalu sengaja melakukan kunjungan kerja guna melihat aktifitas para petani di Desa Sungai Beras tersebut. Selama lebih dari empat jam kunjungan disana, Bupati juga menyempatkan melihat langsung lokasi pembibitan, penanaman hingga penggilingan kopi. Bupati juga berdialog dengan para petani untuk memastikan apa saja yang menjadi harapan petani, khususnya terkait pengembangan kopi Liberika. Dari dialog tersebut terungkap bahwa potensi kopi lebih menjanjikan, apalagi sejak Bupati menggaungkan pengembangan kopi Liberika beberapa bulan lalu.

Idris (50 tahun) salah seorang petani mengaku sudah membabat satu hektar kebun sawitnya untuk menanam kopi. Sebenarnya Idris dan sejumlah rekannya tidaklah asing bertanam kopi. Hanya saja selama ini kopi cuma tanaman sambilan yang ditumpang sarikan dengan tanaman utama seperti kelapa dan pinang. Secara tradisional tanaman kopi sudah puluhan tahun ada di Desa Sungaiberas khususnya Parit Antara. 

Setelah Romi mengirim sejumlah petani dan PPL ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jember Jawa Timur belum lama ini, semangat petani untuk serius mengembangkan perkebunan kopi liberika di desa mereka semakin tinggi.

“Sejak kami difasilitasi pak bupati ke Jember , kami jadi lebih mengerti bagaimana bertanam kopi secara profesional. Banyak sekali ilmu tentang bertanam kopi yang kami peroleh dan mulai saat ini sudah kami terapkan,” kata Warisno (38tahun), salah seorang petani. Warisno memang terpilih sebagai perwakilan petani yang diberangkatkan Romi ke Puslitkoka Agustus lalu. Bersama Warisno juga turut serta M Amin, pemuda yang menekuni pengusahaan pasar kopi bagi petani Desa Sungaiberas. 

Bupati Romi memberi apresiasi pada keseriusan warganya untuk bertanam kopi. Dia berjanji akan terus membantu terutama pembimbingan dan sejumlah peralatan pendukung. “Saya sangat mendukung apa yang bapak - bapak lakukan, seriusilah kopi ini, kami pemerintah daerah akan sekuat tenga mendukung. Percayalah kopi ini akan lebih menjanjikan untuk masa depan,”ucapnya.

Ditambahkannya, saat ini Pemkab Tanjabtim Sudah menjadi mitra Puslitkoka untuk pengembangan kopi di Tanjabtim. Romi berkeyakinan bahwa dengan pengelolaan berbasis riset, tingkat keberhasilan petani akan lebih tinggi. “Apalagi saat ini konsumsi kopi nasional masih tiga ratus ribu ton pertahun. Peluang yang sangat besar bagi kota yang jeli menangkap peluang tersebut,”tutupnya

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika



BERITA TERBARU


Komentar

POTENSI DAERAH

GALLERY KEGIATAN

ONLINE SURVEY

Bagaimana Menurut Anda Informasi Yang kami Sediakan?
Sangat Lengkap
Lengkap
Tidak lengkap
Sangat Tidak Lengkap

ONLINE SUPPORT