
Tanggal 9 – 10 November Bappeda Tanjung Jabung Timur bekerjasama dengan Lembaga
Penelitian Universitas Jambi, melakukan pelatihan terhadap operator e-government. Pelatihan dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi dan
trouble shooting para operator. Kepala
Bappeda dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberaan e-government adalah mempercepat akselesrasi pembangunan di
Tanjung Jabung Timur utamanya melalui upaya membuka berbagai
keterisolasian berbagai kecamatan
terhadap kecamatan lain. Dalam kaitannya dengan pelatihan operator
e-government perlu digarisbawahi berbagai hal penting sebagaimana berikut: (Lebih lengkap klik read more)
Dukungan infrastruktur vs peran operator
Dalam penjelasan Bp. Miral salah satu instruktur dari Telkom, ditegaskan bahwa sarana infrastruktur e-government yan g ada sekarang di Tanjung Jabung Timur temasuk terlengkap yang pernah Telkom di seluruh pemkab di Indonesia. Sampai sekarang, koneksi telah didukung oleh saluran dengan kapasitas 4 MB persecond, bila diatur dengan sekasama akan dapat menopang berbagai kebutuhan. Namun, keberfungsian daripada e-government adalah di tangan operator. Manakala operator tidak memuat informasi (berita, gambar, dan data) maka infrastruktur yang lebih dari memadai seperti di Tanjung Jabung Timur tidak akan berfungsi banyak. Dengan demikian, untuk kondisi Tanjung Jabung Timur sekarang adalah karena infrastruktur sudah tersedia, maka giliran operator yang bekarya
Kreativitas Dan Inovasi
Dalam diskusi singkat, jawaban yang diberikan operator dalam menggunakan e-government adalah kurangnya kreativitas dan inovasi. Koneksi internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan hiburan individu. Artinya walau pemakaian koneksi mencapai 80 persen perharinya, penggunana lebih banyak memenuhi penggunaan individu daripada memenuhi tujuan organisasi. Dalam kaitan ini, perlu diingatkan bahwa Kantaya yang telah diinisiasi oeh Tim Unja belum banyak digunakan. Padahal, bila seluruh Kantaya telah digunakan maka keterkaitan setiap operator akan kuat. Di Jambi, satu-satunya fasilitas e-government yang telah menggunakan Kantaya barulah di Tanjung Jabung Timur, oleh karena itu kreativitas operator dan inovasi menjadi kata kunci. Untuk tujuan ini, pada sesi pelatihan operator tim Unja memberi insentif bagi operator yang siap memuat berita yang layak di http://tanjabtimkab.go.id, khusus operator yang menyampaikan seminggu setelah pelatihan selesai
Komitmen Pimpinan
Atasan langsung para operator adalah kepala SKPD. Oleh karena itu, kreatifitas dan inovasi operator muncul dan berkembang bilamana mendap at tempat dan didorong oleh pimpinan SKPD. SKPD adalah pengambil kebijakan yang senantiasa membutuhkan informasi, menghasilkan informasi dimana para operator dapat memfasilitasi kebutuhannya. Seharusnya para kepala SKPD terbantu dan dapat memanfaatkan kreativitas para operator dalam menjalankan sistem e-government. Adapun hubungan mereka bersifat vertikal haruslah diikuti dengan penugasan (alligning) kepala SKPD kepada operator. Komando dalam hal ini memengang peran, manakalah kondisi operator tak berkinerja baik, maka atasan dapat menggerakkan mereka ke arah pencapaian tujuan organisasi
Kesimpulan
Mengacu kepada pengalaman keberhasilan negara maju dalam menggunakan e-government, dikenal 3C yaitu: 1) connection, 2) content, dan 3) community. Koneksi untuk kasus Tanjung Jabung Timur sudah tak ada masalah, sementara content masih dihadapkan kepada kurangnya berita yang diunggah ke alamat http://tanjabtimkab.go.id. Persoalan krusial dari tiga hal di atas adalah community (masyarakat pengguna). Dalam hal inilah hubungan antara kepala SKPD dan operator berperan penting mengembangkan sistem dan beradaptasi dengan penggunaan e-government. Semakin banyak digunakan fasitlitas yang ada pada e-government, semakin rendah biaya perunitnya, dan sudah tentu semakin kompetitif Tanjung Jabung Timur dibanding dengan kabupaten lain di Jambi
Johannes dan Teguh Soemarsono
Staf Ahli e-government

written by cewekcute, January 20, 2010
written by hengky, January 20, 2010
written by Julia Perez, January 22, 2010




written by Romeo, January 23, 2010
written by Julia Perez, January 25, 2010
written by diki, May 28, 2010
kreatif dikit dong....
update dong beritanya....... thanks
written by seni, May 28, 2010
ini website .. maksudnya apaan../??
ga ada respon, ga gereget...... gimana mau maju kalau websitenya begini
makanya jangan korupsi...
written by bang ges, August 06, 2010
written by Yoni, August 28, 2010
Sy bangga dengan keberadaan IT di Tanjabtimur. Sebagaimana saya bangga mendengar Tanjab timur mampu menyediakan Infra struktur e-gov senilai 4 Milyard, ini menunjukan bahwa Kab. Tanjab TImur Kaya banyak duitnya.
. Tapi ada satu yang menjadi pertanyaaan saya apakah keberhasilan e- gov hanya dapat digambarkan dengan memberikan statement dan argument yang memberikan info mengenai kemampuan koneksi 4 MB per Second atau istilah 3 C (conection, content dan comunity). dan menjastifikasi para operator. Apakah ini suatu pembelaan atau ketakutan akan adanya counter attack dari pihak audit. Hati-hati 4 milyard itu uang semua lho.
Memang qt tidak munafik SDM kita rendah, tapi jangan mereka yang dipersalahkan . Sy fikir itu suatu Pekerjaan rumah yang besar yang harus menjadi pemikiran kita bersama. Kemudian kita juga tidak munafik setiap orang ingin dihargai hasil kerjanya maka insentif para operator itu jangan di pandang sebelah mata , apalagi operator di tk Kecamatan. bisa dibanyangkan bagaimana mereka harus menembus kekecamatan yang belum lengkap fasilitas baik jalan, jembatan atau listrik. tolong fikirkan itu. jadi jangan punish aja mana rewardnya... sekian












